Berakhirnya masa libur panjang sekolah sering kali membawa tantangan tersendiri bagi para siswa. Fenomena keengganan kembali ke rutinitas, atau yang sering disebut dengan post-holiday blues, kini menjadi perhatian para praktisi pendidikan. Dukungan orang tua pun dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan anak dalam melewati masa transisi ini.

Kembali ke sekolah bukan sekadar urusan administrasi atau seragam baru. Secara psikologis, anak harus berpindah dari fase kebebasan total menuju fase disiplin yang terstruktur. Menurut para ahli pendidikan, tanpa dukungan yang tepat, perubahan mendadak ini dapat memicu stres, kecemasan, hingga penurunan motivasi belajar.

Dukungan orang tua berfungsi sebagai jangkar emosional. Kehadiran orang tua yang suportif mampu memvalidasi perasaan anak bahwa rasa malas atau gugup adalah hal yang wajar, namun bisa diatasi bersama. Hal ini sangat berpengaruh pada performa akademik dan kesejahteraan mental anak di sekolah.

Untuk memastikan transisi berjalan mulus, para orang tua disarankan melakukan persiapan setidaknya satu minggu sebelum hari pertama masuk sekolah:

  1. Restorasi Jam Biologis (Pola Tidur)Liburan sering kali mengacaukan jadwal tidur. Orang tua perlu mengembalikan ritme sirkadian anak secara bertahap. Majukan jam tidur anak 15 menit setiap malam hingga kembali ke jadwal normal agar mereka tidak mengalami kelelahan saat hari pertama sekolah.
  2. Membangun Dialog Positif dan TerbukaAlih-alih memberikan tuntutan nilai, mulailah dengan bertanya tentang aspek sosial yang menyenangkan. Diskusikan tentang teman-teman yang akan ditemui atau kegiatan ekstrakurikuler yang diminati untuk membangun antisipasi positif.
  3. Libatkan Anak dalam Persiapan LogistikMelibatkan anak dalam memilih alat tulis atau menata tas sekolah dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian. Hal ini memberikan pesan secara bawah sadar bahwa mereka siap menghadapi babak baru.
  4. Simulasi Rutinitas (Pemanasan Kognitif)Ajak anak untuk mulai membaca buku ringan atau melakukan aktivitas kreatif yang membutuhkan fokus selama 30-60 menit sehari. Ini berfungsi sebagai “pemanasan” bagi otak sebelum menerima materi pelajaran yang lebih kompleks.
  5. Ciptakan Ritual Keberangkatan yang MenyenangkanHari pertama sekolah harus dirayakan sebagai momen spesial. Sarapan bersama dengan menu favorit atau memberikan ucapan penyemangat di depan pintu dapat meninggalkan kesan mendalam dan mengurangi ketegangan pada anak.

 

#smartoutboundindonesia
#smartoutboundkidz